Header Ads

Bupati Takalar Ingkar Janji

Putraposnews - Kabupaten Takalar. Perbup  yang di  terbitkan no 40 pada tanggal, 02 pebruari 2018 dan perbup no 45 di  terbitkan  pada  20 april 2018 yang di tanda  tangani oleh bupati  takalar, kedua perbup  tersebut  berakibat buruk  bagi semua kepala desa yang ada di kab takalar, Sulawesi Selatan 

Sangat  di sayangkan, di balik penerbitan  perbup ada janji kampanye syamsari yang harus terlaksana, dalam hal ini telah menyalah gunakan kewenangan dan jabatan dengan seenaknya mengotak  atik anggaran Dana Desa (DD), fungsi dan tugas nya disalah gunakan.

Bupati sebagai bagian dari Tim pengawal dan pengaman  pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) tidak berfungsi.

Bukti kongkritnya Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa(ADD) kabupaten takalar cair di akhir bulan juni  2018, sekarang sudah masuk  bulan September  tahap  ke dua belum  cair  dengan berbagai  alasan yang  selalu di  bebankan ke desa.

Para kepala desa bak  pengemis bolak balik  ke kantor DPMD, yang berwenang selalu  tidak  di  kantor.

Suatu  tanda  tanya ada  apa ?  Terkesan dana desa  di  ulur -ulur. mengapa hal ini bisa  terjadi ?

Hasil investigasi, ovservasi, dan wawancara, dan dokumentasi akhirnya terungkap, akibat janji  politik. SK. HD

Miris nasib kepala desa, tepat bulan Januari 2018 para kepala desa sudah  menyusun RAPBDES, guna pencairan tahap  pertama, namun  Rapdes  di kembalikan dan sudah di stabilo, beberapa point yang sudah dihasilkan melalui  musdus harus  di  keluarkan.

Dan  di ganti apa  yang  tertera  di  perbup  no 40 termasuk kurang  lebih  sepuluh  item.

Di antaranya sapi, Motor viar, alat komunikasi HT dan beberapa kader yang akan dibiayai didesa sesuai perbup no 45 dalam satu anggaran dua perbup  yang di  terbitkan, kedua  perbup  tersebut  "merampok "dana desa, kurang lebih  14 milyar.

Dari  80 persen kepala desa  yang terekam oleh wartawan media ini, kami kepala  desa di intimidasi karena dana desa tidak  akan cair karena bupati tidak mau tanda tangan.

Manakala  kami  tidak memasukkan yang  ada di perbup.

Sekalipun kami  tahu  itu salah, karena tidak di  musyawarakan, katanya dengan nada  pasrah.

Syamsari  kita  yang sempat di kutip pembicaraannya disalah satu  rumah makan Vito makassar  yang ada  di galesong, "kenapa saya mau koment  atau tanggapi, toh saya tidak melakukannya,"katanya seakan tak berdosa. (rosna)

No comments

Powered by Blogger.