Header Ads

DPW PAN DKI Jakarta Sewa Kantor ditempat Sengketa Waris

PutraPosNews - JAKARTA. Kuasa hukum Haryanti Sutanto, Amstrong Sembiring datangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan laporan kliennya terkait penggelepan lahan dan bangunan oleh kakak kandungnya Soerjani Haryanto yang dikontrakan menjadi kantor DPW PAN DKI Jakarta, (28/8/18).

Sejak putusan PK dikeluarkan MA pada Juni 2017 lalu, Soerjani tetap menguasai seluruh lahan dan bangunan yang seharusnya dibagikan secara merata kepada kedua ahli waris, meskipun ada sebagian besar harta peninggalan warisan Almarhumah Soeprapti yang masih dikuasai oleh Soerjani, tegas amstrong kepada awak media.

Saya datang memang untuk menanyakan prihal progresnya, karena menurut saya kasus ini harus segera diselesaikan, karena korban dalam hal ini yang saya wakilkan sudah mengalami banyak kerugian," ucapnya.

Lebih lanjut, Amstrong menyebutkan, "Dalam pertemuan, alhamdulillah sudah ada perkembangan, dimana saya sudah di kasih tau sudah ditunjuk penyidik untuk kasus yang saya laporkan," jelasnya.

"Dan tanggal 4 september sudah ada agenda untuk melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap saya sebagai pelapor, tapi saya tadi memohon untuk mundur 1 hari karena di tanggal 4 ada kesibukan yang saya tidak bisa tinggal," tandasnya.

Sebelumnya, kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional DKI Jakarta yang berlokasi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan diduga mengontrak dilahan dan bangunan yang bermasalah. Pasalnya lahan tersebut sudah disengketakan oleh Haryanti Sutanto dan kakak kandungnya bernama Soerjani Sutanto sejak tahun 2012 di PN Jakarta Barat.

Dengan hal itu, kuasa hukum Haryanti Sutanto, Amstrong Sembiring melaporkan Soerjani atas dugaan tindak pidana penggelapan sebidang tanah ke Polda Metro Jaya, pasalnya Soerjani dianggap telah menguasai seluruh lahan dan bangunan yang kini disewakan untuk dijadikan kantor DPW PAN DKI Jakarta, kata Amstrong di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/18).

Menurut Amstrong, Soerjani sudah menyewakan lahan dan bangunan tersebut untuk kepentingan pribadinya. DPW PAN diketahui telah mengontrak bangunan yang bermasalah itu sejak 2016 lalu. Kata Sembiring rumah yang luasnya hampir 700 meter persegi itu disewakan seharga Rp 250 juta pertahun. Laporan kasus ini telah diterima polisi dengan nomor LP/4417/VIII/2018/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 21 Agustus 2018. Soerjani dilaporkan dengan menggunakan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Suwandi E.N

No comments

Powered by Blogger.