Header Ads

Hari Ulang Tahun KOHATI Ke-52, Kohati (Korps HMI Wati) Evaluasi Bencana dan Evaluasi Perjuangan Tanah Bumbu

PutraPosNews - Pagatan Tanah Bumbu Kalsel. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat rempah-rempah dan Himpunan Mahasiswa Islam, (HMI) komite-komite Guru menyelenggarakan ulang tahun ke-52 kohati (korps HMI wati) di Sekretariat HMI Komisi Pengajaran dan Pembelajaran (22/09) / 2018).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati kelahiran seorang cohate berusia 52 tahun. The kohati dibentuk pada 17 September 1966 di kongres solo, dan menjadi hari yang luar biasa bagi para kohati hingga saat ini.

Ada juga kegiatan ini selain dihadiri oleh Komisioner HMI Manajemen Tanah Bumbu dan Komisi Pengajaran HMI Komisaris juga dihadiri oleh Manajemen periode pertama HMI Land Spice Commissariat untuk periode 2015-2017 termasuk Arisandi Hidayatullah, sebagai Jenderal Ketua dan Supandi, sebagai Kepala Pengembangan Profesional pada periode tersebut.

Ketua Umum Komiliter HMI Tanah Bumbu Muhlidinal Husna dan Ketua Umum Pengajar HMI Komisariat Suardi menyampaikan apresiasinya kepada kohati kohati di tanah rempah-rempah yang hari ini terus berperan dalam melahirkan perempuan Muslim berkualitas melalui proses regenerasi di Komisariat atau Kohati sendiri, dan tentu saja menghargai kohor tanah. bumbu dalam mempersiapkan ulang tahun ke-52 Cohort.

Harapan dari kegiatan ini adalah untuk terus memperkuat hubungan tidak hanya untuk kohati tetapi juga seluruh keluarga besar HMI di Tanah Bumbu sehingga keberadaan perempuan Muslim dengan visi tinggi pada rempah-rempah terus beregenerasi sehingga mereka dapat mempertahankan peradaban di masa depan untuk kepentingan rakyat dan bangsa, disampaikan oleh ketua umum Mariatul Adawiah Komisariat Kohati ketika ditemui oleh awak media di area kegiatan.

Ia melanjutkan, Kohati (Corps of HMI Wati) harus mampu melakukan peran untuk meningkatkan diri dan masyarakat dengan menempa diri sendiri dan melanjutkan untuk menjadi muda Da'iyah dengan pengetahuan dan keteladanan sebagaimana kita tahu bahwa dalam Islam perempuan memiliki peran sentral dalam menciptakan peradaban - peradaban terbaik, orang-orang hebat yang lahir dari rahim besar juga. Agaknya Kohati di masa depan harus menjadi pembeda antara sebagian besar wanita, dengan menampilkan kualitas diri yang terus memperbaiki lingkungan sekitarnya dan secara khusus bersiap untuk menghasilkan generasi yang hebat di masa depan. Tutup itu.

Arisandi H/Red

No comments

Powered by Blogger.