Header Ads

LSP Milik Siapa dan Menguntungkan Siapa

PutraPosNews - Cirebon. Layanan Satu Pintu ( LSP ) adalah layanan yang mengintegrasikan pembayaran biaya penyambungan sekaligus pembayaran pembuatan Sertifikat Laik Operasi( SLO ) milik pelanggan, Cirebon 01 Desember 2018.

Jadi pada saat pelanggan melakukan transaksi pembayaran bisa sekaligus membayar biaya tersebut. Walaupun layanan tersebut baru berjalan sekitar kurang lebih dua bulan layanan ini banyak diminati calon pelanggan.

Menurut salah seorang calon pelanggan yang tidak mau disebutkan namanya bahwa layanan tersebut sangat membantu.

"Kayanan tersebut sangat membantu, kita tinggal duduk didepan komputer kita klik buka web PLN kita tinggal memasukan data-data kita termasuk pilihan LIT yang akan membuatkan Sertifikat Laik Operasi sudah selesai" katanya.

Saat ditanyakan, dikasih tahu bahwa sebelum terbit SLO harus ada yang bertanggungjawab terhadap pengerjaan instalsinya ternyata calon pelanggan tersebut tidak mengetahuinya.

Karena beranggapan siapapun bisa mengerjakan instalasinya. Salah seorang petugas LIT ketika ditanyakan tentang hal tersebut menjelaskan bahwa LSP adalah sebuah layanan cepat PLN dalam melayani calon pelanggan tetapi untuk saat sekarang layanan itu masih perlu sosialisasi dengan baik jangan sampai melanggar UU 30 th 2009 tentang ketenagalistrikan, undang-undang No. 8 Tahun1999 tentang perlindungan konsumen serta permen 38 Tahun  2018 tentang tata cara akresitasi.

Bahwa SLO terbit apabila ada permintaan pelanggan dengan melampirakan permohonan disertai jaminan Instalasi Listrik yang dikeluarkan oleh Biro Tenaga Listrik yang mempunyai Kodefikasi dan terdaftar di DJK.

Artinya masyarakat yang tidak mempunyai setifikat kompetensi dilarang untuk mengerjakan Instalasi milik calon pelanggan demikian dikatakan Jumadi.

Lebih lanjut dikatakan yang terjadi saat ini di area Cirebon LSP dimanfaat oleh orang-orang yang kurang bertanggungjawab atau kurang mengerti, begitu bayar melalui LSP nomer telepon yang terdaftar di permohonan pelanggang tidak bisa dihubungi atau tidak diangkat, imbuhnya.

Pengamatan kami rata-rata yang bermain LSP adalah calo-calo yang biasa dilingkungan PLN seperti karyawan Yantek PLN, Pencatat meter pelanggan atau bahkan oknum karyawan yang rata-rata sudah terbiasa bermain pasang baru.

Untuk urusan pasang baru ini hampir semua yang bergelut dilingkungan PLN baik itu dari LIT, calo biasa, bisa menjadi perantara pemasangan listrik baru.

Keberadaannya kalau sebatas sebagaian merketer masih bisa ditolelir karena yang bisa memasang instalasi pelanggan adalah yang mempunyai sertifikat kompetensi.

Untuk saat ini mungkin kesadaran masyarakat akan perundangan yang berlaku masih kurang. Untuk LSP ini pihak PLN tetap akan memasang KWH milik pelanggan walau belum dilengkapi sertifikat laik operasi tetapi saat peremajaan kesulitan tanpa dilengkapi SLO.

Sebaiknya dengan adanya LSP ini benar-benar membuat layanan prima seperti yang diinginkan managen PLN. Jangan sampai dimanfa'atkan oknum-oknum yang memanfaatkan layanan tersebut.

Jadi LSP itu untuk siapa dan menguntungkan siapa untuk saat ini, semoga LSP ini menjadi pintu masuk bagi semua yang bergarak diketenagakistrikan khususnya  lingkungan UP3 Cirebon agar bisa membuat calon pelanggan listrik meresa listrik khususnya instalasi yang terpasang dirumahnya tidak menimbulkan petaka.

Mudadi, ST

No comments

Powered by Blogger.