Header Ads

Kasus Bandar Narkoba Semakin Bertambah, Kinerja Kapolres Tanjungpinang Patut di Pertanyakan

PutraPosNews - Tanjungpinang. Meningkatnya jumlah pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Tanjungpinang hingga 32 persen pada tahun 2018 dibanding tahun 2017 menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan. Sehingga muncul pertanyaan, kenapa meningkat ?. Padahal ada Satnarkoba Polres Tanjungpinang yang aktif menindak dan Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Tanjungpinang.

Vonis tinggi yang dijatuhkan bagi para bandar ditambah denda hingga ratusan juta ternyata tak membuat pelaku jera. Terutama para residivis yang diduga kembali terjun ke bisnis haram ini.

Dalam catatan media ini, dari sekian puluh pengedar dan bandar narkoba yang diadili di PN Tanjungpinang. Ternyata, belum ada satupun yang diproses dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tidak atau belum diterapkannya TPPU bagi pemain besar narkoba inilah yang diduga menjadi masih tumbuh subur dan berkembang biaknya penyalahgunaan narkoba. Ditambah lagi, meski berada dibalik jeruji besi, para napi narkoba ini ternyata masih bebas mengendalikan bisnisnya, selaku operator atau pengendali.

Sehingga, wajar jika terlihat, keluar dari penjara, para napi narkoba tambah “kaya” dan makmur. Karena, diduga kembali menjalani bisnis ini dengan kualitas dan strategi lebih licin mengelabui aparat penegak hukum.

Menyikapi wacana dan aspirasi penerapan TPPU bagi pengedar dan bandar narkoba ini. Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi dikonfirmasi "Putra Pos kepri" melalui WA menuliskan.”TPPu itu disetiap kejahatan sudah dilakukan karena terkait hasil kejahatan.”terangnya. ( M .Ravi/Red )

No comments

Powered by Blogger.