Header Ads

Kirab Jodang Dan Gunungan Warnai Ritual selamatan Desa Krejengan

Tabloid Putrapos - Probolinggo. Kirab Jodang dan Kirab Gunungan hasil bumi mewarnai ritual sakral selamatan desa (kadisah) Krejengan yang kali ini digelar sangat meriah di Desa Krejengan Kecamatan Krejengan, Minggu (1/9/2019) pagi.

Acara tahunan yang sekilas mirip dengan acara Grebeg Suro Ponorogo tersebut juga merupakan tradisi dan budaya warisan para leluhur masyarakat Desa Krejengan. Pasalnya waktu pelaksanaan Selamatan Desa ini juga bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriyah.

Tidak ketinggalan, Kepala Desa Krejengan Nurul Huda didampingi Sekretaris Desa turut mengikuti jalannya kirab dari belakang barisan dengan menungganggi kereta hias raksasa berawak pemain musik etnik nuansa patrol.

Dipercaya membawa berkah, setelah di arak menuju balai desa, Gunungan dan Jodang utama yang berisi hasil bumi berupa palawija, sayur-mayur, buah-buahan serta sesajen seperti kemenyan, bunga 7 rupa, hasil bumi, air tujuh sumur, daging dan ikan laut itu akan diperebutkan oleh masyarakat.

Nurul Huda menerangkan, kirab jodang dan gunungan ini merupakan bentuk ekspresi rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas segala limpahan keberkahan hasil bumi dan kemakmuran yang telah diterima masyarakat selama 1 tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini sangat meriah, kalau tahun sebelumnya hanya ada beberapa jodang dan dua gunungan, kali ini warga di masing-masing RT kompak berswadaya dengan membuat gunungan mereka masing-masing,”terang Nurul. Huda.

Dalam rangkaian Kadisah tersebut, selain pembacaan doa bersama, dilaksanakan pula tradisi penyerahan pusaka desa yang berupa keris dari sesepuh Desa Krejengan kepada Nurul Huda selaku Kepala Desa.

“Mari kita maknai momentum sakral selamatan desa ini dengan selalu mendoakan para leluhur kita dan berharap agar kedepan Desa Krejengan menjadi desa yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur, lebih makmur, aman terkendali dan gemah ripah loh jinawi,”pungkasnya.

(Eko/Red)

No comments

Powered by Blogger.