-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Melestarikan Seni Bela Diri Pencak Silat Salah Satu Upaya Untuk Menghargai Kearifan Lokal dan Melestarikan Budaya

Wednesday | September 21, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-21T10:39:39Z





Tabloid Putra Pos.Lampung Timur,||Suara Keadilan - Rabu,21 September 2022. 

“Mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah salah satu kutipan Pembukaan UUD 1945 yang merupakan gambaran bahwa pendidikan di Indonesia tertuang dalam UUD 1945. Selain itu aturan tentang pendidikan tertuang dalam batang tubuh UUD 1945 pasal 31 ayat 1 s.d. 5 dijelaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan serta akhlak mulia.


Tujuan utama pendidikan adalah mewariskan nilai-nilai budaya sesuai dengan potensi, lingkungan pada individu dan masyarakat. sebuah negara melalui pemerintahnya wajib memajukan kebudayaannya.


Salah satu contoh pengintegrasian seni kebudayaan dalam pendidikan sedang di kembangkan oleh seorang tokoh masyarakat di Desa Negara Nabung Kecamatan Sukadana , Kabupaten Lampung Timur.




Bernawi adalah  Seorang tokoh IPSI yang tergabung di padepokan Partisan Siliwangi, biasa disapa (Ayah Nawi), merupakan seorang penggagas muda dalam melestarikan salah satu seni bela diri di Kabupaten Lampung Timur khusus nya masyarakat Negara Nabung, sebagai Ketua dalam Pembinaan Seni Budaya, disamping itu juga Ayah Nawi merupakan salah satu  pengurus di organisasi Partisan Siliwangi.


Dalam perjalanan untuk melestarikan salah satu kearifan lokal sekaligus melestarikan kebudayaan seni bela diri pencak silat tersebut,Ayah Nawi dengan segala keterbatasannya tetap konsisten untuk mengadakan latihan bersama,dengan di bantu oleh beberapa pelatih lainnya.

Namun itu semua tidaklah mudah, banyak kendala yang dihadapi dilapangan seperti kurangnya daya dukung dari masyarakat bahkan birokrasi, persediaan alat pendukung yang masih minim, kemajuan teknologi yang membuat norma budaya daerah semakin terkikis kehadirannya. Akan tetapi kendala ini tidak mengurangi semangatnya untuk tetap melestarikan kesenian budaya pencak silat. 

Ada beberapa Program Kerja yang telah di rencanakan bahkan sudah ada yang  terlaksana.


Diantaranya Program kerja tersebut antara lain adalah 

1. Mengadakan pembinaan terhadap perguruan silat yang ada di Kecamatan Sukadana.

2. Menyelenggarakan event-event pencak silat baik seni maupun prestasi, mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten, bahkan harapan untuk tingkat daerah atau Nasional.

3. Menyelenggarakan pelatihan bagi Muda mudi dan remaja negara nabung 

4. Mengadakan Temu Pendekar (Pecinta seni bela diri)dari tiap perguruan silat se-kabupaten lampung Timur sebagai sarana silaturahmi antar perguruan seni beladiri pencak silat.


Dari dasar pemikiran tersebut ayah Nawi menyampaikan kepada media dalam rangka pagelaran atau pentas seni pencak silat di kediamannya dalam rangka resepsi pernikahan putra pertamanya, Kamis 22/9/22 mendatang.

“Harapan sebagai warga Negara Nabung untuk kedepannya kami ingin menjadikan pencak silat sebagai budaya dan merupakan suatu kearifan lokal yang dikenal dan diminati oleh seluruh lapisan masyarakat. Menjadikan Pencak silat sebagai pemersatu budaya, kesenian tradisional di kabupaten Lampung Timur yang mampu bersaing dengan budaya dari daerah lain secara nasional.serta Dapat mencetak prestasi pencak silat ditingkat daerah, nasional bahkan internasional, 


Seperti saat ini yang kami laksanakan, sebagai bentuk keseriusan serta penghargaan pada seni bela diri pencak silat dalam rangka resepsi pernikahan ananda kami ,putra pertama kami saat ini kami berkumpul untuk menghibur para tamu kami, pecinta silat dan keluarga besar Partisan Siliwangi,kami laksanakan pentas seni itu di kediaman kami sebelum acara puncak” pungkasnya.

(suhaimi//Red)

ads






×
Berita Terbaru Update