-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Konversi BBM ke BBG & Kartu KUSUKA di Salurkan Dinas DKPP Nias Barat, Bagi Nelayan Tradisional tahun 2022

Friday | November 25, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-11-25T05:24:42Z



Tabloid Putra Pos, Nias Barat - Pemerintah Kabupaten Nias Barat, Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan menyalurkan pendistribusian paket program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) kepada Nelayan Tradisional tahun 2022 se Kabupaten Nias Barat, berlangsung sejak kemarin hari Selasa 22/11 sampai dengan selesai di TPI, pantai Sirombu, Kecamatan Sirombu, Rabu (23/11/2022).


Penyuluh Perikanan Bantu KKP Nias Barat Setiawan Harefa, S.PI menyampaikan bahwa pemahaman nelayan akan manfaat program ini perlu ditingkatkan.


“Kita harus memberikan pemahaman bahwa BBG ini lebih murah, aman, dan ramah lingkungan. Ini semua harus kita sosialisasikan dengan baik kepada masyarakat nelayan,” tuturnya.


“Program konversi BBM ke BBG untuk nelayan merupakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) No. 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Liquified Petroleum Gas (LPG) Tabung 3 Kg untuk Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan”, jelasnya.


Berikut ini 5 manfaat utama program konversi BBM ke BBG yang nelayan harus tahu :


Pertama, harga BBG lebih murah dari BBM per liternya. Penghematan biaya operasional dengan menggunakan LPG berkisar antara 30-50% dibanding saat menggunakan BBM seperti minyak solar. Di beberapa tempat bahkan tingkat penghematan biaya operasionalnya bisa mencapai 80% saat menggunakan BBG.


Kedua, perawatan mesin lebih mudah. Paket yang dibagikan terdiri dari beberapa komponen yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung LPG 3 kg, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lain-lain). Rakitan yang sederhana dan bahan bakar yang lebih bersih menjadikan perawatan mesin lebih mudah dan mesin juga lebih awet dibandingkan saat menggunakan BBM.


Ketiga, aman dalam penggunaannya. BBG yang dikompresi dan ditampung dalam tabung bertekanan tinggi merupakan bahan bakar yang aman baik bagi penguna maupun kendaraannya.


Keempat, emisi lebih rendah. BBG memiliki hasil pembakaran yang lebih bersih dibandingkan dengan BBM. Hal ini disebabkan rantai karbon bahan bakar gas lebih pendek dibandingkan yang dihasilkan BBM, sehingga memiliki angka oktan yang lebih tinggi dari BBM. Emisi CO2 yang dihasilkan BBG juga lebih rendah jika dibandingkan dengan BBM.


Kelima, membantu ekonomi nelayan kecil. Program konversi BBM ke BBG menyasar nelayan kecil dengan kriteria memiliki kartu identitas nelayan, menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan, memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT) yang daya mesinnya di bawah 13 Horse Power (HP) serta belum pernah mendapat bantuan serupa dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah.


Pada kesempatan tersebut Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga membagikan kartu KUSUKA yang sebelumnya telah dilaunching secara simbolis oleh Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, beberapa minggu sebelumnya.


Plt. Kabid Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Nias Barat, Afifudin Marulafau, S.PI mengatakan bahwa, Jika sebelumnya program tersebut dilakukan dengan menerbitkan Kartu Nelayan yang diperuntukkan bagi nelayan kecil, kini kartu tersebut telah berganti. Namanya, Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Kartu Kusuka).


“Kusuka merupakan bagian dari Satu Data KKP seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 Tahun 2017 tentang Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan”, jelasnya.


“Kartu KUSUKA ruang lingkupnya itu adalah nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar ikan perikanan dan penyedia jasa produksi ikan. Semoga dengan adanya kartu kusuka ini dapat bermanfaat bagi pelaku usaha di bidang perikanan karena beragam manfaat yang ada di dalamnya”, tuturnya mengakhiri.


Ungkapan dari nelayan tradisional yang mendapatkan bantuan tersebut hari ini, baik dari bapak Syukur Alham Marulafau, asal Desa Hinako, maupun Amir Sujan Zebua asal Desa Hanofa, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah Kabupaten Nias Barat, dan secara khusus kepada bapak Lamhod Sinaga, anggota DPR-RI..


Bantuan ini, sangat bermanfaat dan membantu kami nelayan, kiranya mampu mengubah dan meningkatkan penghasilan para nelayan. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak, ucapnya.


Dari pantauan media, acara berlangsung tertib dan kondusif, sekalipun terjadi gangguan cuaca hujan dan angin. Terpantau sejak hari Selasa kemarin pembagian dimulai dari Desa Hinako, dan Desa Sinene’eto, dan dilanjutkan pada hari ini asal dari Desa Sirombu, serta dilanjutkan di Desa lainnya pada hari berikutnya. 


BD

ads






×
Berita Terbaru Update