Kepolisian Polres Tangerang Selatan Diminta Ungkap Siapa Menghamili Lala -->

News

Iklan Semua Halaman






Berita Terbaru

Nusantara

Kepolisian Polres Tangerang Selatan Diminta Ungkap Siapa Menghamili Lala

Wednesday
Tangerang - putrapos news. Jalintar Simbolon, SH. M.Hum ketua LBH Bara JP  kuasa hukum Ardiansyah menduga kasus pencabulan dan pemerkosaan anak dibawah umur yang terjadi di wilayah hukum Tangerang selatan hingga kini belum terungkap, meski  telah menyangkakan Ardiansyah sebagai pelakunya.

Advokat  Jalintar Simbolon, SH. M.Hum yang juga ketua LBH Bara JP  mengatakan tidak adanya fakta fakta dan bukti yang mendorong kliennya Ardiansyah sebagai pelaku pencabulan dan pemerkosaan anak dibawah umur atas nama Laelatul Qodaria alias Lala wanita berusia 16 tahun.

Saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/9) lepas sidang Replik di PN Tangerang terkait kasus ini, Jalintar membenarkan adanya skenario hukum yang menjerat kliennya.

"Esti Alda Putri, SH Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus ini juga membeberkan dalam Repliknya bahwa secara legal form surat pengantar RT011/RW03 Setu dan juga terbitnya surat keterangan dari Kelurahan Setu Tangerang Selatan tertanggal 17 April 2018 yang menerangkan Laelatul Qodaria belum pernah menikah secara hukum Negara." Jelas Jalintar.

"JPU hanya berkutek pada satu sisi hukum dalam Replik di persidangan sehingga tidak melihat dan memandang persoalan kasus ini secara objektif." Lanjut Jalintar.

Ia membantah keterkaitan peristiwa hukum yang terjadi dengan hasil visum yang dibuat dokter spesialis Forensik RSU Tangerang sangat tidak sinkron.

“Sangat jelas, peristiwa hukum yang terjadi 16 Januari 2018, dan hasil visum yang dikeluarkan oleh Dr. Kinanti, dokter spesialis Forensik menerangkan bahwa Laelatul Qodaria alias Lala hamil diusia tujuh (7) minggu sampai delapan (8) minggu, hasil visum tersebut dikeluarkan tertanggal 14 Februari 2018.” Terang Jalintar.

Logikanya, hamilnya Lala dilakukan oleh pria lain di bulan awal Desember 2017. Atau dugaan kami Lala hamil dilakukan oleh orang lain, pria yang bisa jadi ada di lingkungan keluarganya atau pria lain diluar itu.

“Polisi harus berhasil mengungkap kasus ini, siapa sebenarnya yang menghamili Lala agar pembuktian siapa yang menghamili Lala terkuak," tegas Jalintar.

Ia mendesak harus segeranya diadakan tes masa kehamilan yang akurat, dan tes DNA agar kasus ini menjadi terang” Tegas Jalintar.

Sebenarnya, kebohongan Laelatul Qodaria alias Lala pun sudah terkuak. Pernyataan Lala yang dibuatnya pada tanggal 17 April 2018 bahwa ia belum pernah menikah dengan siapapun baik secara adat, hukum dan agama.

Hal itu dibantah keras oleh Sapyang selaku ketua adat Tionghoa, Budi Hermanto Ketua Majelis dan pengurus Vihara Prajna Gandha, Pardi Fauji alias Giming suami Lala, orangtua Giming, ketua RW 03 Setu, dan puluhan warga setempat yang menyaksikan pernikahan Laelatul Qodaria tertanggal 20 Maret 2016 lalu.

 Alexander Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan dalam surat pemberitahuannya bahwa pihaknya akan memanggil petugas dari Dukcapil dan tim ahli dari catatan sipil agama, bukan berarti pernikahan hukum secara adat dikesampingkan.

“Kami sudah berikan bukti bukti dan para saksi yang menerangkan bahwa Laelatul Qodaria alias Lala memang benar adanya telah menikah secara adat dengan Pardi Fauji alias Giming 20 Maret 2016 lalu. Namun pihak kepolisian masih tetap berkeras bahwa bukti bukti yang kami sodorkan sepertinya tidak berlaku dan kami menunggu jawaban Alexander selaku Kasat Reskrim Polres Tangsel minggu depan.” Jalintar menutup penjelasannya kepada awak media.

Hans Suta/Red