SEJAK DI AMBIL ALIH PROVINSI SMA /SMK DI DUGA KEPSEK MENDULANG KEKAYAAN DARI ORANG TUA SISWA

Iklan Semua Halaman

News

SEJAK DI AMBIL ALIH PROVINSI SMA /SMK DI DUGA KEPSEK MENDULANG KEKAYAAN DARI ORANG TUA SISWA

Tuesday, September 18, 2018
Bekasi - putrapos news. Kita mengetahui menjadi seorang kepala sekolah/guru adalah tugas yang sangat mulia, untuk itu pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada guru yang ada di indonesia dengan memberikan gaji yang cukup besar kepada para guru, mulai dari gaji pokok,gaji sertifikasi, dan gaji ke tiga belas (13).

Tidak sampai di situ pemerintah daerah juga memberikan berupa dana Bos (Bantuan operasional sekolah), guna menunjang mutu pendidikan dan untuk meringankan beban orang tua siswa, biar setiap siswa wajib bersekolah.

Tapi nyatanya tidak sesuai yang kita harapkan, ternyata masih aja memberatkan para orang tua siswa, dengan tuntutan dari pihak sekolah yang mengharuskan membeli baju seragam, biaya bangunan dan iuran bulanan.

Sejumlah orang tua siwa menjerit dengan pungutan disekolah khususnya SMA/SMKN yang ada di kabupaten bekasi, sejak diambil alih pihak provinsi, dana pendidikan gila - gilaan seperti yang terjadi di SMAN 1 cikarang selatan kabupaten bekasi provinsi jawa barat.

Ketika tim tabloid putra pos mengkonfirmasi salah satu orang tua siswa yang tidak mau di sebutkan namanya ini menuturkan,"anaknya sekarang kelas 1(sepuluh), harus di wajibkan membayar uang seragam, bangunan + Iuran pembangunan pendidikan (IPP) dan itu juga pihak sekolah mengeluarkan bukti pembayaran semacam kwitansi,"pungkas orang tua tersebut.

(MARZUKI NGL/Red)