Tanah Pangangonan Panyindangan Kembali Di Soal Warga

Iklan Semua Halaman




News

Tanah Pangangonan Panyindangan Kembali Di Soal Warga

Minggu
Purwakarta - putrapos news. Tanah garapan warga yang disebut tanah ' Pangangonan' di daerah Desa Panyindangan kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta kini kembali di soal oleh warga, pasalnya sampai saat ini masih belum tuntas.

Salah satu warga JJ yang namanya enggan di publikasikan menuturkan awal mula terjadi nya persoalan itu di akibatkan oleh Kepala desa Panyindangan yang baru kemarin mengundurkan diri karena akan turun dalam kontestasi pemilu legislatif yang di duga melakukan jual beli dengan PT Sengon.

"Persoalan ini muncul akibat dari kurang transparansi kepala desa kepada masyarakat atas harga dan ganti rugi, karna sampai saat ini belum semuanya dapat ganti Rugi,"ujar JJ.

"Bukan hanya itu kami pun sempat membuka pelaporan kesemuanya Intansi atas persoalan ini bahkan sampai ke kejaksaan Negri Purwakarta pada tahun 2013 atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang merugikan Negara terkait  penjualan sapi bantuan dari pemerintah dan penjualan tanah pangangonan," ungkap JJ.

Hal tersebut dikuatkan oleh pernyataan dari seorang warga yang berinisial Rsh ( 80 tahun) yang menjadi salah satu korban kesewenang wenangan Mantan Kepala Desa Panyindangan yang saat ini ikut dalam kontestasi Pemilihan Legislatif.

"memang benar saya (ema.red) sampai saat ini tidak mendapatkan ganti rugi, padahal itu tanah hasil keringat saya walaupun 4 kali Bayar,"ucapnya.

Lanjut dikatakan Rsh tentang keinginan nya kepada sejumlah awak media hari Jum'at di kediamannya kepada sejumlah awak media.

"Saya hanya ingin hak saya aja, walaupun gak bisa ditempati yang penting hasil kerja keras saya bisa saya nikmati yang saya garap bertahun tahun,"pungkasnya.

Sampai naskah ini diturunkan Putra pos mencoba menghubungi lewat Celluler belum bisa menghubungi yang bersangkutan untuk di kompirmasi.

(Herdian/Red)