KPK Berkunjung ke Pandeglang dan Ajak Anak Muda Lawan Korupsi -->

News

Iklan Semua Halaman






Berita Terbaru

Nusantara

KPK Berkunjung ke Pandeglang dan Ajak Anak Muda Lawan Korupsi

Monday
PutraPosNews - Pandeglang. Koordinator Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) KPK di Banten, Wuryono Prakoso menyatakan, pemberantasan tindak pidana korupsi akan gagal jika mengandalkan KPK dan penegak hukum resmi lainnya di Indonesia.

Menurutnya, diperlukan peran serta aktif masyarakat terutama anak muda yang relatif memiliki semangat tinggi serta idealisme untuk membebaskan daerah dari prilaku koruptif.

“Kalau hanya mengandalkan KPK atau penegak hukum tentu sulit (membenatas korupsi-red). Perlu peran serta masyarakat dan keaktifan generasi muda dalam memahani persoalan korupsi untuk diparktikan melalaui pencegahan sejak dini,” demikian kata  Wuryono Prakoso saat mengisi dikusi dan analisi APBD Pandeglang di salah satu rumah makan yang dilaksanakan Nalar Foundation.

Dikatakannya, peran serta generasi muda bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti rasa ingin tahu terhadap perencanan dan penggunaan APBD.

“Kemudian melibatkan diri dalam kelompok untuk berdiksusi program yang dicanangkan pemerintah lalu memberikan koreksi dan masukan. Penyelnggara negaa juga harus menerapkan prinsip terbuka dan memberikan ruang terhadap partisipasi publik. Jika hal ini berjalan saya yakin pelaksanaan anggaran akan sesuai dan efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Metta Yanti konsultan GIZ sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Jerman bernama Deutsche Gesselschaft für Internationale Zusammernabeit (GIZ) mengatakan, mengawasi penggunaan keuangan daerah dalam APBD sangat penting.

“Anak-anak muda harus mampu menganalisis APBD dan penggunaannya. Ini merpakan cara untuk melakukan kontrol. Jika ada hal yang dianggap tidak sesuai pemerintah bisa diberi masukan. Kalau membandel tentu aparat penegak hukum akan melakuka tindakan. Kita harus mengawasi bersama,” jelasnya

Dadang Suryadi