12 Tahun Jadi TKI BELUM DIBAYAR , MAU PULANG KE LUMAJANG TIDAK ADA BIAYA

Iklan Semua Halaman

News

12 Tahun Jadi TKI BELUM DIBAYAR , MAU PULANG KE LUMAJANG TIDAK ADA BIAYA

Tuesday, May 7, 2019
Tabloid PutraPos News - Lumajang. Resah dan Gelisah Sukarse 68 th, ingin segera anak nya bisa pulang dan berkumpul bersama keluarga di Lumajang ,6 /5/2019.

Bertempat di rumah nya jalan iptu jama,ari Rt 1 Rw 11 Kelurahan Jogotrunan Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang , awak media PutraPos berkunjung kerumah ,Sukarse menyampaikan bahwa anak nya ingin segera pulang itu didasari oleh surat dari anak nya sekitar 1 bukan yang lalu,  mengatakan bahwa sebelum bulan puasa bisa pulang ke kampung halamannya.

Perlu di ketahui anak nya yang bernama Lutfiani Binti Sukarso sejak 12 tahun yang lalu berangkat jadi TKI ke Negeri Jiran, dan sampai sebelum surat datang tidak ada kabar sama sekali,keluarganya sudah mencari agen yang membawa akan tetapi hasil nya orang nya pergi entah kemana.

Akhirnya berharap dengan adanya surat dari anak nya ,keberadaan informasi berada di Kedubes di Malaysia, akan tetapi anak nya belum bisa pulang mungkin tidak ada biaya untuk ke Indonesia, malahan di beri kontak personal Kedutaan * * * * 7885 15 04
didalam surat tersebut mengatakan bahwa selama hampir 12 tahun tidak di gaji dan kondisi nya berusaha mencari dana agar bisa balik ke Lumajang.

Sambil meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Lumajang agar diupayakan anak nya bisa pulang ,karena keluarga nya sudah menunggu sejak lama " Kulo wong miskin ,Nek dijaluk Duwet gawe molehno Yo ora iso " sambil selalu berharap.

Saat media dan LSM JawaPes konfirmasi ke Dinas Transmigrasi , memang urusan TKI yang tidak resmi perlu dibantu ,lepas dari sisi kemanusiaan ,bila TKI sudah sampai di Indonesia dalam hal ini sampai di bandara Juanda maka Dinas Transmigrasi bisa membantu proses pulang ke Lumajang , sebut pegawai yang tidak kita sebutkan.

Dan kami selaku  Media PutraPos di sarankan untuk berkoordinasi dengan Dinas Transmigrasi provinsi Jawa timur dan korwil yang berada di Malang .

(Eko Santoso/Red)