KAPOLRES LUMAJANG: Terapkan Restorative Justice Kepada 2 Tersangka Pembuat Mercon Atas Dasar Kemanusiaan -->

News

Iklan Semua Halaman






Berita Terbaru

Nusantara

KAPOLRES LUMAJANG: Terapkan Restorative Justice Kepada 2 Tersangka Pembuat Mercon Atas Dasar Kemanusiaan

Saturday
Tabloid PutraPos News - Lumajang. Kapolres Lumajang Muhammad Arsal Sahban memberikan kebijakan Restorative Justice terhadap 2 pelaku kasus Petasan dan bubuk mesiu.(31/5/2019).

Beliau menyampaikan bahwa petugas menyita dari tangan pelaku 309 Mercon dari berbagi ukuran serta 22 bungkus bahan baku pembuatan Mercon seperti sumbu dan bubuk mesiu,keduanya terjerat pasal 1ayat ( 1) UU Darurat RI no 12 th 1951,dengan ancaman hukuman minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Kebijakan Restorative Justice yang diberikan 2 pelaku petasan ,sesuai hasil penyidikan bahan baku bubuk mesiu sudah 3 tahun yang lalu keduanya memiliki dan Mercon /petasan rencana untuk kesenangan sendiri bukan untuk diperjualbelikan yang akan di gunakan pada malam lebaran,serta dari catatan kriminal keduanya belum pernah terjerat kasus kriminalitas dan tidak ada catatan buruk di kepolisian.

Kapolres Lumajang Muhammad Arsal Sahban " memang benar atas atensi saya hari ini para pelaku membuat petasan asal kecamatan Kedungjajang telah kami lepaskan,dan dalam ranah hukum tindakan ini disebut Restorative Justice.

Faktor yang mendorong saya mengambil langkah ini karena hasil penyidikan kami yakin dia tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, prikemanusiaan, karena saat ini sudah mendekati hari raya idul Fitri,sehingga saya berharap mereka bisa berkumpul dengan keluarganya.

"Beliau juga sampaikan,"walaupun mereka sudah kita lepaskan, tidak kita longgarkan operasi petasan, saya tidak ingin ada korban jiwa akibat petasan, dan perlu diingat bahwa kebijakan restoratuve Justice merupakan penyelesaian perkara pidana di luar jalur peradilan,"tegasnya.

Kepala Desa Curah Petung Karno (47) , mengatakan terima kasih kepada Kapolres Lumajang."Saya sangat berterima kasih atas kebijakan Kapolres melepaskan warga kami ,saya berjanji akan mengawasi mereka  untuk tidak membuat petasan lagi,ini merupakan pembelajaran buat mereka dan juga buat saya untuk mengingatkan warga kami tentang larangan petasan,"ujarnya.

(Eko Santoso/Red)