Waspada Virus HIV Di Lumajang Meningkat

Iklan Semua Halaman




News

Waspada Virus HIV Di Lumajang Meningkat

Selasa
putraposnews - Lumajang. Terkait khabar dugaan meninggalnya sejumlah pasien pengidap virus HIV atau AIDS dalam dua Minggu terakhir yang meninggal dunia di RS Bhayangkara dan disusul seminggu kemudian dengan pasien yang dirawat inap di RSUD dr Haryoto Lumajang, tentu saja hal tersebut cukup menjadikan masyarakat Lumajang resah.

Belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak rumah sakit, demikian juga dari Dinas Kesehatan Lumajang, melalui pesan Wattshap Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius, menegaskan bahwa rumah sakit tidak berkewajiban memberikan data atas kematian kasus AIDS.

"Tidak harus wajib lapor untuk kasus aids yang meninggal pak dan kami tidak  ada data,"tegasnya Minggu (19/5/2019).

Diakui lebih jauh, dari data yang ada dan disesuaikan dengan hasil survey di sejumlah tempat prostitusi, semisal Sumbersuko, Bebekan Desa Kabuaran Kecamatan Kunir, Dan Asem Telu Desa Jarit Kecamatan Candipuro, dr Bayu mengatakan ada peningkatan sekitar 33% PSK terindikasi HIV positif, sementara pengunjung tempat PSK mangkal cukup tinggi.

"Selama ada aktivitas yang beresiko tinggi terhadap penularan virus HIV akan ada ancaman peningkatan penderita dengan HIV AIDS,"Tegasnya.

"Kami dari Dinkes dan UPT Puskesmas selalu melakukan penyuluhan terkait pencegahan dan pengendalian virus HIV AIDS, termasuk bagi petugas kesehatan itu sendiri,"Terang dr Bayu.

Kepedulian Pemkab Lumajang terhadap pengidap HIV sejauh ini sudah menyiapkan sarana dan prasarana dan tenaga medis ,serta obat obatan terkait Anti Reto Viral ( ARV ) di rumah sakit Dr Haryoto.

Saat awak media ke Dinas Kesehatan untuk konfirmasi ke Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular Askab tidak ada di ruangan kata karyawati,dan kita WhatsApp beliau mengatakan bahwa sesuai dengan sistim informasi HIV AIDS ( SIHA ),Kementriaan Kesehatan.

Data selama 2019 dari PKM dan Rumah Sakit di seluruh Kabupaten Lumajang dari orang yang di test  HIV pada bulan Januari sampai April 2019 ,sekitar 1827 orang dan 130 orang positif HIV, Dengan tahun 2018 yang ditest 994 orang sedang kan yang positif HIV 162 orang ,jadi total penderita ( + ) HIV sekitar 380 orang.

Beliau juga sampaikan,"langkah awal yang dilakukan dengan perbaikan sistem pelaporan kusus surveilen HIV/AIDS,Memperluas layanan testing dan pengobatan ARV bagi ODHA PKM,Pembinaan Kelompok Sebaya ODHA serta yang paling utama dengan melakukan sosialisasi prinsip HIV pada petugas Kesehatan hingga level klinik swasta atau bidan praktek swasta,"sambung nya.

(Eko Santoso/Red)