Petani Desa Rawajaya Gagal Tanam Akibat Penjebolan Tanggul Sungai Jakadenda

Iklan Semua Halaman

News

Petani Desa Rawajaya Gagal Tanam Akibat Penjebolan Tanggul Sungai Jakadenda

Tuesday, March 17, 2020

Tabloid Putra Pos, Cilacap Jateng - 
Sawah adalah lahan tanam harapan petani saat panen, berbeda dengan harapan petani warga Desa Rawajaya saat lahan sawah mereka terendam banjir yang berada di petak 24,25,27 seluas 450 Ha (350 Ha milik warga dan 100 Ha lahan Perhutani) yang terletak di Dusun Gayamsari Desa Rawajaya Kecamatan Bantarsari.

Menurut Rasiman Akhmad Muholidin (64 thn) Sunarto (62 thn) petani penggarap Warga Desa Rawajaya yang persawahanya terendam banjir karena Penjebolan Tanggul Sungai Jakabenda sangat merugi, pasalnya sawah yang biasa bisa dipanen setahun sekali, kini gagal tanam karena dampak tersebut, dengan memasang papan tuntutan pernyataan sikap petani diarea lahan persawahan yang terdampak banjir.



Harapan petani kepada pihak pihak yang melakukan Penjebolan Tanggul Sungai Jakadenda, dan pihak terkait untuk segera diperbaiki kembali seperti semula dan kedepan untuk dibuatkan pintu air, agar petani penggarap di area persawahan bisa kembali panen dan menikmati hasilnya, guna menunjang perekonomian," tuturnya.

Kepada awak media Adi Pranyoto S.H, Selasa (17/3/2020) mengatakan selaku pendamping petani warga Desa Rawajaya meminta ketegasan dan tanggung jawab kepada oknum/pihak yang melakukan tindakan tersebut (Kelompok Tani Wanasari Maju) Desa Rawajaya untuk mengembalikan, memperbaiki tanggul yang dijebol dengan

mendatangkan / menggunakan alat berat, seperti semula karena menurutnya adalah sebuah pelanggaran hukum, walau kini tanggul yang dijebol sudah diperbaiki tapi upaya itu belum cukup maksimal karena hanya di timbun dengan karung yang diisi tanah, sehingga tidak maksimal untuk menahan debit air saat sungai meluap," jelasnya.

(Sugeng.S)