-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kolaborasi Penyuluh Pertanian Dan Penyuluh Perikanan Kabupaten Lampung Timur Dalam Rangka Penumbuhan Poktan Dan Pokdakan Desa Negara Nabung

Saturday | June 19, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-06-19T04:45:41Z


Tabloid Putra Pos, Lampung Timur -  dalam rangka memantapkan keanggotaan kelompok tani Muara Jabit Makmur Desa Negara Nabung kecamatan Sukadana. Kamis 17 Juni 2021 telah mengadakan rapat rutin yang perdana sejak terbentuknya kelompok.


Turut hadir dalam rapat tersebut beberapa PPL antara lain PPL Pertanian dan PPL dari Dinas Perikanan serta hadir pula ketua Gapoktan Desa negara nabung. 


Acara rapat berlangsung di saung ketua Poktan yang bertepatan tidak jauh dari lokasi kolam percontohan perikanan air tawar yang dipersiapkan untuk dikelola bersama-sama oleh kelompok tani Muara Jabit Makmur.selain anggota kelompok turut hadir juga masyarakat dusun 1 Desa negara nabung kecamatan Sukadana kabupaten Lampung Timur dalam rapat tersebut .


Ketua Poktan menyampaikan untuk kedepan dalam program awal."kami memprioritaskan agar anggota lebih mengenal dan memahami tentang berorganisasi sebagai dasar untuk lebih memantapkan para anggota untuk bergabung dalam suatu kelompok tani agar ke depan segala kendala dan permasalahan.


Petani dapat dituntaskan secara bersama - sama yang dapat terukur, terstruktur, terencana dan terorganisir dengan baik sehingga anggota lebih termotivasi dan lebih berinovasi dalam pengelolaan lahan pertanian atau bentuk usaha lain seperti budidaya ikan air tawar.terlebih terkait anggota yang sudah berternak baik itu berternak kambing ataupun itik yang dikelola secara mandiri".


Dalam kesempatan pertemuan tersebut disampaikan pula terkait sistem dan pola untuk penguatan organisasi, baik penguatan secara ekonomi atau terkait kepatuhan anggota dengan aturan dan tata cara berorganisasi ,agar lebih memahami AD ART .


Selain itu pula kelompok tani harus tetap menjalin komunikasi dengan para PPL sesuai jenis usaha yang sedang diupayakan ,selain komunikasi yang baik juga di harapkan tetap menjalin hubungan yang berkesinambungan. 


Dalam pertemuan perdana ini ketua kelompok yang akrab disapa Ijal mengharapkan kepada jajaran pejabat penyuluh lapangan atau PPL khususnya pada pak Ananto Pratikno dari pertanian dan Agus Budi Utomo dari perikanan,Khairil Anwar.SP dari BPP kecamatan Sukadana dan juga ketua gapoktan Desa Negara Nabung Khairudin AB, agar pertemuan ini merupakan cikal bakal dari niat kelompok untuk lebih menguatkan usaha pertanian di desa negara nabung serta lebih mengoptimalkan peran serta dan fungsi penyuluh di kecamatan Sukadana.


Dalam kesempatan itu juga sempat di singgung pula akan kehawatiran masyarakat negara nabung terkait ketersediaan dan pendistribusian pupuk yang saat ini mengalami kelangkaan Sehingga para petani sangat sulit untuk mendapatkan pupuk yang bersubsidi dari pemerintah.


selain langka dan harga di luar jangkauan kemampuan para petani untuk membelinya,berapa dari anggota kelompok yang hadir dalam pertemuan yang berjumlah 23 orang tersebut yang sebagian besar berdomisili di dusun 1 (satu)yang rata-rata berlatar belakang petani dan peternak. dengan harapan setelah terbentuknya kelompok ini akan lebih menarik minat mereka untuk lebih aktif menerima arahan dan informasi tentang pertanian serta bergabung untuk menyelaraskan tujuan dan misi  visi para petani,dengan harapan agar ke depan perekonomian mereka akan lebih membaik, penghidupan para petani lebih makmur dan sejahtera.


Dalam pertemuan ini para anggota kelompok tani selain menyampaikan keluh kesah mereka terkait perkebunan yang mereka kelola selama ini seperti salah satu petani yang hadir dalam rapat Hakiki yang mengeluhkan betapa susahnya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, mengungkapkan "kebun saya mengalami kerugian dikarenakan susahnya mendapatkan pupuk subsidi untuk itu saya harap kepada bapak-bapak dari PPL agar dapat membantu kami dalam menyalurkan pupuk bersubsidi dari pengecer dan lebih memperhatikan para petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani,adapun syarat dan ketentuan kami ikut aturan yang berlaku" keluh hakiki.


( Tim / Suhaimi )

×
Berita Terbaru Update