Ruswa Ilahi Aktivis Badak Banten Meminta Agar APH Percepat Penanganaan Soal Isu Dugaan Pungli

- Jurnalis

Kamis, 13 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tabloidputrapos.com – Lebak – Demi Kepastian Hukum seluruh warga yang tinggal didesa pasindangan dan OKP Kecamatan Cileles, Jayadarma selaku Tokoh Masyarakat Cileles meminta Aparat Penegak Hukum ( APH ) Unit 3 Polres Lebak segera Mempercepat Penanganan Proses Hukum Atas Viralnya Dugaan Pungli Yang dilaporkan Oleh 2 Warga Desa Pasindangan

Menurut Jayadarma ” Viralnya dugaan pungli Pemerintah Desa Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, terkait Isu Pungutan Rp. 5000 per meter dan hilangnya Volume luas Lahan milik warga yang dibebaskan oleh salah satu perusahaan berujung pahit, ”

” Didasari atas ketidak pahamaan, “kata Jaya darma, ” terkait pembebasan lahan di desa Pasindangan, pemerintah desa diduga melakukan Pungli dan sudah di adukan ke Aparat Penegak Hukum Polres Lebak, maka dari itu Jaya darma mengapresiasi meminta kepada Aparat Penegak Hukum ( APH ) agar segera menuntaskan Proses Hukum sesuai dengan Undang – undang Yang berlaku.” ucapnya pada Awak Media.

Ditempat terpisah Oman Selaku Pengurus Ormas BPPKB DPAC Kecamatan Cileles Sepakat dengan OKP kecamatan Cileles dan Ruswa Ilahi Pengurus Badak Banten DPC Kecamatan Cileles Ikut Mendukung Proses Hukum Dugaan Pungli tersebut segera di tuntaskan, jika terbukti Oknum – oknum yang di sangkakan secepatnya di tindaklanjuti dalam waktu dekat OKP Cileles BPPKB dan Badak Banten akan segera melayangkan surat Ke Aparat penegak Hukum agar Dugaan Pungli tersebut segera Tuntas. ” pungkasnya

Sementara menurut Ruswa ilahi Aktivis Badak Banten mengatakan bahwa ” apabila Laporan yang di adukan oleh 2 orang warga Desa Pasindangan tidak terbukti dan tidak mendasar ada Dugaan Pungli, maka kami selaku warga Cileles dan OKP, juga Ormas yang ada di Kecamatan Cileles Akan membuat laporan Banding kepada 2 warga yang melaporkan, karena kami masyarakat kecamatan Cileles merasa terhambat keberlangsungan roda Pembangunan Era Globalisasi menuju Cileles Bersinar. “tandas Ruswa

Perlu Publik ketahui ” kata Ruswa, di sisi lain Potret Cileles beberapa tahun yang lalu, sedikit demi sedikit kami perlu pembenahan mangkraknya PTSL pembuatan sertipikat Prona pada Tahun 2017 di desa pasindangan sampai saat ini belum ada penyelesaian, masih banyak bidang Tanah sertipikatnya belum terbit, sementara Administrasinya dari pemohon sudah di Lunasi dengan tanda terima Kwitansi bermaterei sampai saat ini masih mangkrak. ” jelasnya

Diakhir ruswa menambahkan ” Maka dari itu kami meminta Polemik Carut marutnya pelayanan publik di Desa Pasindangan agar secepatnya penegak hukum dan pelayanan pemerintah segera ambil tindakan, harapan warga Cileles butuh kesejahteraan dan perkembangan Jaman yang lebih baik lagi.”pungkasnya.

( Tim red )

Berita Terkait

Jusuf Hamka Akan Kembalikan TPI Ke Tutut Soeharto, Usai Kalahkan Hary Tanoe
Aset Daerah Diduga “Disembunyikan”, Properti Investasi Pemkot Pagar Alam Tak Disajikan Sesuai Fakta
Ratusan Aset Tanah Pemkot Pagar Alam Bermasalah, Sertifikat Tak Jelas hingga Data Amburadul
Dugaan Penyimpangan Dana BOSP di SDN 49 Pagar Alam : Rekayasa Laporan, Penyalahgunaan Wewenang, hingga Indikasi KKN — Wali Kota Diminta Bertindak Tegas
Skandal Dana BOS di Pagar Alam: Honorarium ASN Rp527,6 Juta Diduga Menyimpang, Praktik Sistemik Terbongkar — Wali Kota Wajib Bertindak Tegas
Diduga Pembangunan Jalan Onderlagh di Desa Negara Batin Sangat Merugikan Negara
SPPG Mulyadadi 003 di Segaralangu Resmi Dilaunching, Sinergi Bersama Wujudkan Generasi Sehat
“Fantastis” Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Pagar Alam 2026 Tembus Rp.9 Miliar, Pola Berulang Picu Sorotan Tajam
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 20:18 WIB

Aset Daerah Diduga “Disembunyikan”, Properti Investasi Pemkot Pagar Alam Tak Disajikan Sesuai Fakta

Sabtu, 25 April 2026 - 20:14 WIB

Ratusan Aset Tanah Pemkot Pagar Alam Bermasalah, Sertifikat Tak Jelas hingga Data Amburadul

Sabtu, 25 April 2026 - 09:24 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BOSP di SDN 49 Pagar Alam : Rekayasa Laporan, Penyalahgunaan Wewenang, hingga Indikasi KKN — Wali Kota Diminta Bertindak Tegas

Sabtu, 25 April 2026 - 09:22 WIB

Skandal Dana BOS di Pagar Alam: Honorarium ASN Rp527,6 Juta Diduga Menyimpang, Praktik Sistemik Terbongkar — Wali Kota Wajib Bertindak Tegas

Jumat, 24 April 2026 - 17:37 WIB

Diduga Pembangunan Jalan Onderlagh di Desa Negara Batin Sangat Merugikan Negara

Berita Terbaru

Bisnis

Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

Senin, 27 Apr 2026 - 08:00 WIB