Disentil Prabowo Soal Kelangkaan Pupuk Di Jawa Tengah, Ganjar: Pikniknya Kurang Jauh

- Jurnalis

Jumat, 15 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tabloidputrapos.com – Jakarta – Calon presiden nomor urut tiga Ganjar Pranowo sempat ditanya terkait pupuk oleh calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto saat debat perdana capres yang digelar pada Selasa (12/12/2024).

Ganjar kembali menegaskan masalah kelangkaan dan kesulitan petani mendapatkan pupuk, seperti yang ditanyakan oleh Prabowo, sebenarnya tidak terjadi di Jawa Tengah, provinsi yang ia pimpin selama 10 tahun.

Capres usungan PDI Perjuangan, PPP, Partai Hanura, dan Perindo itu mengaku sudah berkeliling dan tidak mendapati masyarakat mengeluhkan masalah pupuk.

“Saya sampai ditanya sama Pak Prabowo soal pupuk di debat kemarin, sayangnya beliau pikniknya saja kurang jauh,” ujar Ganjar ketika memberikan sambutan di acara Rakorpimnas Inkindo pada Kamis (14/12//2023).

Saat debat perdana capres, Prabowo mengungkapkan para petani di Jawa Tengah mengeluh karena kesulitan mendapatkan pupuk.

“Yang saya dapat selesai keliling khususnya di Jawa Tengah kita Ganjar petani-petani di situ sangat sulit dapat pupuk dan mereka mengeluh dengan kartu Tani yang Bapak luncurkan ini mempersulit mereka dapat pupuk,” ujar Prabowo.

Ditanya demikian, Ganjar pun langsung mengingatkan Prabowo bahwa masalah kelangkaan pupuk terjadi di banyak daerah di Indonesia.

“Untuk Pak Prabowo saya harus mengingatkan pak, pupuk langka terjadi di Papua, pupuk langka terjadi Sumatera Utara, pupuk langka terjadi di NTT, NTB, Kalimantan Timur.”

Berita Terkait

Jusuf Hamka Akan Kembalikan TPI Ke Tutut Soeharto, Usai Kalahkan Hary Tanoe
Aset Daerah Diduga “Disembunyikan”, Properti Investasi Pemkot Pagar Alam Tak Disajikan Sesuai Fakta
Ratusan Aset Tanah Pemkot Pagar Alam Bermasalah, Sertifikat Tak Jelas hingga Data Amburadul
Dugaan Penyimpangan Dana BOSP di SDN 49 Pagar Alam : Rekayasa Laporan, Penyalahgunaan Wewenang, hingga Indikasi KKN — Wali Kota Diminta Bertindak Tegas
Skandal Dana BOS di Pagar Alam: Honorarium ASN Rp527,6 Juta Diduga Menyimpang, Praktik Sistemik Terbongkar — Wali Kota Wajib Bertindak Tegas
Diduga Pembangunan Jalan Onderlagh di Desa Negara Batin Sangat Merugikan Negara
SPPG Mulyadadi 003 di Segaralangu Resmi Dilaunching, Sinergi Bersama Wujudkan Generasi Sehat
“Fantastis” Anggaran Perjalanan Dinas DPRD Kota Pagar Alam 2026 Tembus Rp.9 Miliar, Pola Berulang Picu Sorotan Tajam
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:59 WIB

Jusuf Hamka Akan Kembalikan TPI Ke Tutut Soeharto, Usai Kalahkan Hary Tanoe

Sabtu, 25 April 2026 - 20:18 WIB

Aset Daerah Diduga “Disembunyikan”, Properti Investasi Pemkot Pagar Alam Tak Disajikan Sesuai Fakta

Sabtu, 25 April 2026 - 20:14 WIB

Ratusan Aset Tanah Pemkot Pagar Alam Bermasalah, Sertifikat Tak Jelas hingga Data Amburadul

Sabtu, 25 April 2026 - 09:24 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana BOSP di SDN 49 Pagar Alam : Rekayasa Laporan, Penyalahgunaan Wewenang, hingga Indikasi KKN — Wali Kota Diminta Bertindak Tegas

Sabtu, 25 April 2026 - 09:22 WIB

Skandal Dana BOS di Pagar Alam: Honorarium ASN Rp527,6 Juta Diduga Menyimpang, Praktik Sistemik Terbongkar — Wali Kota Wajib Bertindak Tegas

Berita Terbaru