“Banyak indikasi di lapangan yang tidak sejalan dengan laporan resmi, baik terkait pendataan korban, penyaluran bantuan, maupun upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak” (Mukhsin)

Tabloidputrapos.com | Aceh – Aliansi Pers Kawal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Reha–Rekon) Pascabencana Banjir Provinsi Aceh mempersoalkan pernyataan Amran yang menyebut pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh telah rampung 100 persen. Menurut aliansi tersebut, klaim itu tidak sejalan dengan data dan kondisi di lapangan.
Aliansi Pers mencatat, dari total 3.248 unit huntara yang dinyatakan selesai, hanya 2.559 kepala keluarga (KK) yang menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Padahal, jumlah keseluruhan KK yang tercatat sebagai penerima manfaat mencapai 9.766 KK.
Wakil Ketua Bidang Investigasi Aliansi Pers, Mukhsin, menilai terdapat ketidaksesuaian antara laporan resmi dengan realitas yang dialami masyarakat terdampak. Ia menyebut sejumlah persoalan masih ditemukan, mulai dari proses pendataan, penganggaran, hingga pemulihan ekonomi warga pascabencana.
“Banyak indikasi di lapangan yang tidak sejalan dengan laporan resmi, baik terkait pendataan korban, penyaluran bantuan, maupun upaya pemulihan ekonomi masyarakat terdampak,” kata Mukhsin kepada awak media ini , di kantor sekretariat Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pascabencana Aceh, Jalan Titibaroe Idi Rayeuk , Jum’at,30 Januari 2026
Atas kondisi tersebut, Aliansi Pers mendesak adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Mereka juga meminta pemerintah membentuk Tim Verifikasi Bersama untuk melakukan verifikasi ulang terhadap data korban serta penerima bantuan huntara dan Dana Tunggu Hunian.
Penulis : Panjaitan
Editor : Panjaitan
Sumber Berita: Rilis , Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon pascabencana Aceh













