PERNYATAAN SIKAP DARI WASEKJEN PERADI BERSATU, MANAGING PARTNERS TARADIPA & PARTNERS LAWFIRM DAN KETUA UMUM PERHIMPUNAN PENGEMUDI APLIKASI INDONESIA TERHADAP PERNYATAAN ALVIN LIM

- Jurnalis

Rabu, 26 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tabloid putra pos.JakartaSaya selaku seorang praktisi hukum amat sangat perlu menyikapi apa yang di sampaikan oleh bapak Alvin Lim di media sosial yang terkesan amat sangat mendiskreditkan institusi keadilan di Indonesia. Sebagai seorang Lawyer seharusnya dapat memberikan keterangan yang baik dan benar tanpa harus menjelekan intitusi terkait yang dalam hal ini adalah KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA dan KEJAKSAAN yang diunggah di youtube tertanggal 22 Januari 2022. Dimana apa yang sudah disampaikanya adalah seolah-olah dianggap tidak mampu untuk menjalankan amanat yang harus di embannya. Bahkan dengan terbuka bisa dan dapat mengkritisi PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA yang dikarenakan kliennya dirugikan oleh seorang pejabat negara yang dinilainya dikarenakan seorang pejabat negara maka proses hukum dapat diabaikan. Bukan berarti di karenakan hak imunitas seorang Pengacara lantas bisa menyampaikan semua dengan secara terbuka begitu saja tanpa di landasi dengan alat bukti yang cukup yang termaktub dalam Pasal 16 UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat. (seorang Advokat tidak dapat dituntut baik secara Perdata maupun Pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan Klien baik di dalam maupun diluar persidangan).

Seorang pengacara pun dilarang untuk mempromosikan dirinya secara terbuka karena melanggar kode etik, namun apa yang dilakukan bapak Alvin Lim sungguh amat sangat saya sayangkan ini banyak terdapat di ungguhan youtube dengan akun LQ INDONESIA LAWFIRM, yang seolah-olah hanya Lawfirmnya lah yang mampu dan bisa membantu masyarakat.

Yang saya dapat simpulkan adalah apa yang bapak Alvin Lim lakukan termasuk kedalam ujaran kebencian dimana terdapat di dalam UNDANG-UNDANG NO 11 TAHUN 2008 ITE Pasal 28 ayat (2) dimana ancaman hukumannya adalah 6 tahun penjara dan denda sebanyak Rp. 1.000.000.000,. terbilang (satu milyar rupiah) dan KUHP Pasal 134 jo Pasal 136 bis jo Pasal 315 tentang Penghinaan ( Kejahatan terhadap martabat PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN)

(Muksim)

Berita Terkait

Warga Kelurahan Ketami Apresiasi Program Jumat Curhat Polsek Pesantren
Isi Materi Dalam Kegiatan MPLS di SMKN 2 Kediri, Kapolsek Mojoroto Ajak Pelajar Bijak Dalam Bermedsos dan Antisipasi Kenakalan Remaja
Hadir di Pandeglang !!! Internet Murah Kualitas Terbaik Pilihan Tepat Untuk Warga Pilih RAJEGNET.
Kapolsek Mojoroto Pastikan Wilayah Hukumnya Aman dan Kondusif Saat Berlangsung Hingga Pasca Pengesahan Warga Baru PSHT
Jelang Giat Suroan dan Suran Agung, Polsek Mojoroto Gencarkan Cipta Kondisi, Kapolsek : Dilarang Konvoi dan Arak – arakan Liar
Jumat Curhat, Kapolsek Mojoroto Respon Cepat Beragam Keluhan dan Aspirasi Warga
Hasil Tinjut Informasi Masyarakat, Polres Kediri Amankan Residivis Pengedar Sabu-Sabu di Puncu
Bak Cerita Roro Jonggrang, Tanggamus Gunakan Jurus Arinal
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juli 2024 - 15:58 WIB

Warga Kelurahan Ketami Apresiasi Program Jumat Curhat Polsek Pesantren

Rabu, 17 Juli 2024 - 21:53 WIB

Isi Materi Dalam Kegiatan MPLS di SMKN 2 Kediri, Kapolsek Mojoroto Ajak Pelajar Bijak Dalam Bermedsos dan Antisipasi Kenakalan Remaja

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:22 WIB

Hadir di Pandeglang !!! Internet Murah Kualitas Terbaik Pilihan Tepat Untuk Warga Pilih RAJEGNET.

Minggu, 14 Juli 2024 - 19:06 WIB

Jelang Giat Suroan dan Suran Agung, Polsek Mojoroto Gencarkan Cipta Kondisi, Kapolsek : Dilarang Konvoi dan Arak – arakan Liar

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:49 WIB

Jumat Curhat, Kapolsek Mojoroto Respon Cepat Beragam Keluhan dan Aspirasi Warga

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:20 WIB

Hasil Tinjut Informasi Masyarakat, Polres Kediri Amankan Residivis Pengedar Sabu-Sabu di Puncu

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:53 WIB

Bak Cerita Roro Jonggrang, Tanggamus Gunakan Jurus Arinal

Selasa, 9 Juli 2024 - 20:20 WIB

Sistem Ganti Kerugian : Supremasi Penegakan Hukum Untuk Indonesia Emas

Berita Terbaru