Kuat Dugaan Penggunaan Dana Desa Pangkalan Gondai Terindikasi Syarat KKN

- Jurnalis

Jumat, 10 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tabloid Putra Pos | Pelalawan – Pengadaan hewan ternak jenis Ayam pada tahun 2024 lalu di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, diduga kuat menyimpang dan terindikasi KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Dugaan tersebut didasari oleh keterangan warga setempat yang mengaku bahwa tidak mengetahui rencana pengadaan tersebut, aparatur desa tidak ada lakukan rapat ataupun musyawarah dengan warga, nilai anggaran tidak diketahui warga, tidak ada pemberitahuan menyeluruh kepada warga saat pembagian ternak, pembagian tidak merata dan bahkan ada warga yang tidak dapat.

Ironisnya, ayam-ayam tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya mati padahal diperkirakan anggaran pengadaannya mencapai kurang lebih tiga ratus juta rupiah.

Kejanggalan pengadaan ayam ternak itu diketahui bukan hanya dari satu pihak, melainkan dari beberapa warga Desa Pangkalan Gondai sendiri.

Misalnya saja seorang warga berinisial BN saat ditemui awak media pada hari Selasa (7/5/2024), mengaku banyak warga desa yang tidak mengetahui adanya pengadaan hewan ternak oleh pihak Desa Pangkalan Gondai.

“Awalnya kami tidak tau. Seingat saya tidak ada pemberitahuan kepada warga baik itu dalam bentuk rapat atau musyawarah oleh aparatur desa ataupun kepala desa sendiri,” ucapnya.

BN juga menjelaskan bahwa saat pembagian Ayam di kantor Desa Pangkalan Gondai tidak ada pemberitahuan secara menyeluruh kepada masyarakat.

“Tidak ada diberitahu. Sepertinya hanya orang-orang tertentu yang dapat, bahkan saya tau dari orang yang udah dapat ayam,” ucapnya.

Mirisnya lagi, pembagian ayam tersebut kepada warga tidak merata dan bahkan ada yang tidak dapat.

“Nggak rata pembagian ayam itu pak. Ada yang sebelumnya dijanjikan akan dapat delapan ekor ayam, tapi ternyata saat pembagian ada yang dapat empat ekor, ada yang tiga ekor, bahkan kami aja nggak dapat,” katanya.

“Saya aja hampir nggak dapat juga pak. Waktu itu saya lihat ada yang udah dapat, trus saya langsung bergegas ke kantor desa. Itu pun nggak langsung dikasi, cek-cok dulu sama orang kantor desa. Ehh.. itu pun cuman dikasi empat ekor,” sahut warga lainnya berinisial HN.

Parahnya lagi, ayam-ayam tersebut ternyata tidak dapat bertahan lama. Beberapa hari setelah di terima oleh warga langsung tampak seperti lemas dan akhirnya mati.

“Nggak lama diterima warga, mulai terlihat seperti ngantuk-ngantuk gitu, nggak lama kemudian mati. Rata-rata gitu, makanya ada juga warga yang ambil inisiatif untuk dipotong dan di makan dari pada ujung-ujungnya mati,” kata warga lainnya berinisial UA.

Selain tentang kejanggalan pengadaan ayam ternak, menurut UA, permasalahan terkait keramba ikan di Desa Pangkalan Gondai juga cukup menjadi tanda tanya.

“Informasinya ada dugaan penjualan keramba dengan nilai mencapai jutaan rupiah. Jika itu benar, itu sudah melanggar hukum,” pungkasnya nya.

Dari semua keterangan yang di peroleh, tidak satu pun berhasil dikonfirmasi kepada Kepala Desa Pangkalan Gondai. Baru-baru ini awak media telah dua kali datang ke kantor desa namun tidak berhasil menemuinya.

Sambungan telepon tidak diangkat dan pesan tidak mendapat balasan. Aman selaku Kades Gondai Diduga sengaja menghindari konfirmasi wartawan untuk menutupi beberapa hal tertentu. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada sedikit pun respon dan keterangan darinya. (Tim )

Berita Terkait

Menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (BPH) ke 62, Rutan kelas IIA. Batam membuka Pekan Olah Raga Seni Narapidana (PORSENAR).
Marwah Polres Merangin Dipertaruhkan : Publik Tagih Transparansi Sanksi Eks Kasat Reskrim dan Kapolsek Terkait Hilangnya BB Tambang
Gudang Solar Ilegal Di Cimahi Jawa Barat Diduga Milik Hj Itang Kebal Hukum Dan Bebas Beroperasi, Warga Desak Kapolda Jawa Barat Tindak Tegas !! 
Aji Hidayat Suryawinata Dan Management Wahana Alam Parung Digugat Rp.5,7 Miliar, Atas Dugaan PMH
Pemberitaan Tanpa Konfirmasi SPBU 24.351.137 Resah Beredarnya Berita Miring ( Hoaks ) 
Kurang nya Pengawasan Dari Pertamina Di Duga Kuat Pihak Pengawas Dan Pegawai Bagian Pengisian Di SPBU 34.138.06 Memuluskan Mafia Solar Ilegal Mengisi Solar Dalam Skala Besar
Pengawas SPBU 24.34.194 Lampung Timur Bekerja Sama Mafia ( Pelangsir ) Minyak Subsidi BBM Jenis Solar Diduga Kebal Hukum Warga Minta Kapolda Lampung Tindak Tegas !! 
Judi Sabung Ayam Milik Rudi Dekat Sampang AL-Maksum Kec. Stabat Kebal Hukum Diduga Kapolsek Terima Setoran Warga Minta Kapolda Kapolres Langkat Tindak Tegas !!
Berita ini 113 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:35 WIB

Menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan (BPH) ke 62, Rutan kelas IIA. Batam membuka Pekan Olah Raga Seni Narapidana (PORSENAR).

Senin, 6 April 2026 - 09:49 WIB

Marwah Polres Merangin Dipertaruhkan : Publik Tagih Transparansi Sanksi Eks Kasat Reskrim dan Kapolsek Terkait Hilangnya BB Tambang

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:28 WIB

Gudang Solar Ilegal Di Cimahi Jawa Barat Diduga Milik Hj Itang Kebal Hukum Dan Bebas Beroperasi, Warga Desak Kapolda Jawa Barat Tindak Tegas !! 

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:06 WIB

Aji Hidayat Suryawinata Dan Management Wahana Alam Parung Digugat Rp.5,7 Miliar, Atas Dugaan PMH

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:01 WIB

Pemberitaan Tanpa Konfirmasi SPBU 24.351.137 Resah Beredarnya Berita Miring ( Hoaks ) 

Berita Terbaru

Bisnis

Mengenal Ragdoll Cat dan Pemeliharaan Bulunya

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:00 WIB