Korsleting Diduga Jadi Penyebab Kebakaran 7 Rumah di Desa Kelong

- Jurnalis

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BINTAN — Sebanyak tujuh rumah warga di RT 003 RW 001 Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, terbakar pada Minggu dini hari (09/11/2025) sekitar pukul 02.15 WIB. Dua rumah hangus total, sementara lima lainnya mengalami kerusakan ringan.

 

Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Ipda Daeng Salamun menjelaskan, kebakaran bermula ketika Asril mendengar suara percikan api dari rumah Adam.

 

Saat diperiksa, api sudah membesar dan menjalar ke bangunan sekitar. Upaya pemadaman oleh warga menggunakan air laut tidak mampu menghentikan cepatnya perambatan api.

 

Informasi kejadian diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Kelong Brigpol Ferli Ernando.

 

Personel Polsek Bintan Timur bersama Unit Intelkam dan Reskrim kemudian melakukan pengecekan dan pendataan di lokasi.

 

Sekitar pukul 10.00 WIB, Kepala BPBD Bintan Ramlah bersama Camat Bintan Pesisir tiba ke lokasi menyerahkan logistik berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya kepada para korban terdampak. BPBD juga menurunkan TRC untuk asesmen lapangan.

 

Ramlah mengungkapkan, rumah yang terdampak merupakan milik warga atas nama Adam, Arsil, Wahed, Satria, Matahar, Theresia dan Rohiman. Sementara dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik.

 

“Korban saat ini sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga dan rumah tetangga. Nilai kerugian materi masih didata,” ujar Ramlah.

 

Penanganan kebakaran melibatkan unsur BPBD Kabupaten Bintan, pihak Kecamatan, Pemerintah Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta RT dan RW setempat.

Berita Terkait

Dugaan Percaloan Kembali Mencoreng Pelayanan Satpas Satlantas Polres Cimahi, Warga Diminta Bayar Tambahan untuk SIM Instan
Sengketa Medsos Berujung Laporan Polisi, Jurnalis Lapor Admin Akun @InfoJakarta30 soal Pencemaran Nama Baik
Uang Rp17 Juta “Misterius” di Balik Kasus Emas: Tak Masuk BAP, Penyidik Mengaku Tak Tahu
Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
untaskan Sertipikasi Tanah, Menteri Nusron Minta Kepala Daerah di NTB Bebaskan BPHTB bagi Masyarakat Miskin Ekstrem
Dukung Normalisasi Kali Ciliwung, Kantor Pertanahan Jakarta Selatan Laksanakan Pemasangan Patok Batas di Pengadegan
Kantah Jakarta Selatan Siap Tindaklanjuti MoU Kanwil BPN DKI Jakarta–PWNU DKI Jakarta untuk Percepat Sertipikasi Tanah Wakaf dan Lindungi Aset Umat
‎Praktik Percaloan di Satpas SIM Polres Trenggalek Masih Marak, Teguran Keras Tak Efektif
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:31 WIB

Sengketa Medsos Berujung Laporan Polisi, Jurnalis Lapor Admin Akun @InfoJakarta30 soal Pencemaran Nama Baik

Selasa, 14 April 2026 - 22:33 WIB

Uang Rp17 Juta “Misterius” di Balik Kasus Emas: Tak Masuk BAP, Penyidik Mengaku Tak Tahu

Selasa, 14 April 2026 - 10:27 WIB

Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan

Selasa, 14 April 2026 - 10:26 WIB

untaskan Sertipikasi Tanah, Menteri Nusron Minta Kepala Daerah di NTB Bebaskan BPHTB bagi Masyarakat Miskin Ekstrem

Selasa, 14 April 2026 - 02:51 WIB

Dukung Normalisasi Kali Ciliwung, Kantor Pertanahan Jakarta Selatan Laksanakan Pemasangan Patok Batas di Pengadegan

Berita Terbaru