Pola Sistematis Muncul Usai Dipuji, KPA: Waspadai Narasi Liar yang Menggiring Opini

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Begitu Bupati viral karena fokus pada kerja-kerja kerakyatan dan dekat dengan rakyat, hal itu dianggap tidak menguntungkan pihak tertentu, maka serangan pun dilancarkan. Ini adalah cara lama yang sangat tidak terpuji” Nanda Rizki

Tabloidputrapos.com | Aceh Timur-Di tengah upaya pemulihan pasca bencana banjir yang masih berlangsung, justru muncul fenomena yang menyedihkan. Berbagai narasi liar dan isu tak bertanggung jawab kini menyeruak, menyasar figur Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.

Ironisnya, serangan ini muncul tepat setelah kepala daerah tersebut mendapatkan apresiasi luas atas gerak cepat dan kepeduliannya yang turun langsung menengok warga di titik-titik pengungsian. Citra positif yang baru saja terbangun, seolah berusaha dikaburkan oleh isu-isu yang tidak relevan dan jauh dari fakta.

Nanda Rizki, perwakilan dari Koalisi Pemuda Aceh (KPA), menilai ada pola yang sangat janggal dan terstruktur di balik penyebaran isu tersebut.

“Ini bukan sekadar kritik membangun, melainkan sebuah pola yang berjalan sangat sistematis. Narasi ini muncul persis saat citra Bupati Al-Farlaky naik karena kerja nyata di lapangan. Kami menduga kuat ini adalah upaya terencana untuk mereduksi dan menjatuhkan marwah kepala daerah kami,” ujar Nanda dengan nada prihatin, Kamis (24/4/2026).

Menurutnya, mekanisme serangan dilakukan secara bertahap namun masif. Dimulai dari pembentukan opini di tingkat akar rumput, bergulir dari meja kopi ke meja kopi, lalu diangkat dan digoreng habis-habisan di ruang digital untuk membentuk persepsi negatif publik.

“Begitu Bupati viral karena fokus pada kerja-kerja kerakyatan dan dekat dengan rakyat, hal itu dianggap tidak menguntungkan pihak tertentu, maka serangan pun dilancarkan. Ini adalah cara lama yang sangat tidak terpuji,” tambahnya.

Nanda mengingatkan, di saat masyarakat masih berduka dan membutuhkan dukungan, penyebaran hasutan tanpa verifikasi fakta hanya akan memperkeruh suasana dan memecah belah persatuan

Pemuda ini menegaskan pentingnya menjaga etika dalam berpolitik. Politik boleh berdebat, namun tidak boleh melampaui batas kemanusiaan dan kesopanan.

“Politik itu boleh panas, tapi jangan sampai biadab. Jika memang ada dugaan pelanggaran, ujilah melalui jalur hukum dan fakta yang jelas. Jangan membangun narasi liar hanya untuk tujuan menjatuhkan orang lain. Masyarakat pintar membedakan mana kritik fakta dan mana yang sekadar fitnah,” tegasnya.

Lebih jauh, Nanda menyayangkan bahwa saat ini kecepatan penyebaran berita seringkali tidak diimbangi dengan kehati-hatian. Akibatnya, empati terhadap korban bencana justru kalah oleh sensasi politik yang murahan.

“Aceh Timur tidak butuh kegaduhan tambahan yang sifatnya receh. Yang kita butuhkan saat ini adalah sinergi dan dukungan untuk pemulihan. Jangan biarkan kerja nyata kepala daerah dikubur hidup-hidup oleh isu-isu buatan. Kita semua sudah mengenal siapa Bupati kita dan bagaimana dedikasinya,” pungkas Nanda penuh keyakinan.

 

Penulis : Panjaitan

Editor : Panjaitan

Sumber Berita: Nanda Rizki

Berita Terkait

SOROTAN TAJAM: PUTUSAN PRAPERADILAN NO. 41 DIDUGA DIPAKSAKAN JADI “PERISAI” PELANGGAR HAM BERAT & PELANGGARAN KODE ETIK DI POLDA SULSEL
Aset Daerah Diduga “Disembunyikan”, Properti Investasi Pemkot Pagar Alam Tak Disajikan Sesuai Fakta
Ratusan Aset Tanah Pemkot Pagar Alam Bermasalah, Sertifikat Tak Jelas hingga Data Amburadul
SOROTAN TAJAM: JANGAN MAU DI PECUNDANGI! PUTUSAN PRAPERADILAN NO. 41 ITU CACAT HUKUM & TIDAK BOLEH JADI PERISAI PELANGGAR HAM BERAT
JUDUL BERITA: REKAYASA PASAL 263 AYAT 2 & SPDP BERULANG TERBONGKAR, PUTUSAN PRAPERADILAN NO.41 TERBUKTI CACAT MELANGGAR UU MK DAN PERMA Guncangkan Hukum Nasional
*Mahkamah Konstitusi Diseret, Praperadilan 41 Jadi Tameng, 7 Oknum Polri Terseret Skandal Ishak Hamzah*
Respon Cepat Bupati Alfarlaky, Salurkan Bantuan Darurat ke Korban Kebakaran di Julok
Diduga Dianiaya Oknum APH Sampai Meninggal, Kematian Muhammad Al Farizi Dilaporkan ke Polda Aceh  
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 20:28 WIB

SOROTAN TAJAM: PUTUSAN PRAPERADILAN NO. 41 DIDUGA DIPAKSAKAN JADI “PERISAI” PELANGGAR HAM BERAT & PELANGGARAN KODE ETIK DI POLDA SULSEL

Sabtu, 25 April 2026 - 20:18 WIB

Aset Daerah Diduga “Disembunyikan”, Properti Investasi Pemkot Pagar Alam Tak Disajikan Sesuai Fakta

Sabtu, 25 April 2026 - 20:14 WIB

Ratusan Aset Tanah Pemkot Pagar Alam Bermasalah, Sertifikat Tak Jelas hingga Data Amburadul

Sabtu, 25 April 2026 - 20:06 WIB

Pola Sistematis Muncul Usai Dipuji, KPA: Waspadai Narasi Liar yang Menggiring Opini

Sabtu, 25 April 2026 - 18:42 WIB

SOROTAN TAJAM: JANGAN MAU DI PECUNDANGI! PUTUSAN PRAPERADILAN NO. 41 ITU CACAT HUKUM & TIDAK BOLEH JADI PERISAI PELANGGAR HAM BERAT

Berita Terbaru