TAKALAR — Suasana malam di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, tampak lebih terjaga pada Sabtu, 25 April 2026. Aparat gabungan dari Polsek Polut dan Koramil 1426-01 Polut menggelar operasi cipta kondisi (cipkon) yang dirangkaikan dengan patroli bersama, sebagai langkah preventif menghadapi potensi gangguan keamanan menjelang kegiatan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel di Markas Komando Polsek Polut sekitar pukul 20.00 Wita. Apel dipimpin langsung oleh Kapolsek Polut, Iptu Muh Faisal Akbar, yang sekaligus memberikan arahan (APP) terkait standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan operasi cipta kondisi dan patroli gabungan TNI–Polri.
Sekitar pukul 20.30 Wita, personel gabungan bergerak menuju Kantor Kelurahan Mattompodalle. Lokasi ini menjadi salah satu titik perhatian mengingat akan digelarnya pesta panen oleh masyarakat pada Minggu, 26 April 2026. Kehadiran aparat ditujukan untuk memastikan kesiapan wilayah serta meminimalisir potensi gangguan keamanan sejak dini.
Patroli berlanjut dengan menyambangi rumah Kepala Desa Lassang. Dalam kunjungan tersebut, aparat melakukan koordinasi langsung guna mendorong peran aktif pemerintah desa dalam mengantisipasi aksi premanisme, kejahatan jalanan seperti penggunaan busur, hingga kenakalan remaja yang kerap meresahkan warga.
Selain itu, aparat juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengantisipasi tindak pidana pencurian ternak (curnak) menjelang Hari Raya Idul Adha. Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kamtibmas, khususnya pada malam hari.
Kapolsek Polut, Iptu Muh Faisal Akbar, menegaskan bahwa operasi cipta kondisi dan patroli gabungan ini merupakan langkah preventif yang terus digencarkan untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas masyarakat, termasuk pesta panen, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa gangguan. Kehadiran aparat di lapangan adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan peran aktif pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Dengan sinergi yang kuat, potensi gangguan seperti premanisme, kejahatan jalanan, maupun tindak pidana lainnya dapat kita cegah sejak dini,” kata Faisal.
Asw-19













